Tuesday, November 2, 2010

Fraksi n-butanolik kapang endofit Buah Makasar meningkatkan efek apoptosis doxorubusin pada sel MCF-7

Fraksi n-butanolik kapang endofit Buah Makasar meningkatkan efek apoptosis
doxorubusin pada sel MCF-7
n-Butanolic fraction of endofitic fungi of Buah Makasar increases apoptotic effect of doxorubicin on MCF-7 cells

Shirly Kumala 1 ), Endah Puji Septisetyani 2) dan Edy Meiyanto 2 *)
1) Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
2) CCRC Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara, Yogyakarta, 55281

Abstrak
Buah Makassar, Brucea javanica (L.) Merr., telah dibuktikan memiliki aktivitas kemopreventif. Metabolit sekunder yang dihasilkan pada buah B. javanica, di antaranya brusatol dan bruceantin, mampu memacu diferensiasi sel dan apoptosis pada sel Leukemia sedangkan quassinoid dan turunannya dapat berperan sebagai antitumor promoter. Fraksi n-butanolik (FB) dari supernatan hasil fermentasi isolat kapang endofit 1.2.11 yang diisolasi dari buah B. javanica telah terbukti menunjukkan aktivitas sitotoksik pada beberapa sel kanker. Fraksi tersebut diprediksi mengandung metabolit sekunder yang dihasilkan oleh B. javanica dan telah diidentifikasi mengandung turunan Bruceosin dan Canthin-6-one. FB dari supernatan hasil fermentasi isolat kapang endofit 1.3.11 diperkirakan memiliki aktivitas sitotoksik yang sebanding dengan FB yang didapat dari isolat 1.2.11. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi sitotoksik dan pemacuan apoptosis FB yang didapat dari isolat 1.3.11 serta efek kombinasi perlakuan FB-doxorubicin pada sel kanker payudara MCF-7. Efek sinergis kombinasi FB-doxorubicin dilihat pada penekanan viabilitas sel dan pemacuan apoptosis sel MCF-7 yang resisten terhadap doxorubicin. Viabilitas sel pada perlakuan tunggal FB dan doxorubicin maupun perlakuan kombinasi keduanya ditentukan dengan MTT assay untuk mendapatkan nilai IC50 dan indeks kombinasi (CI). Efek pemacuan apoptosis FB, doxorubicin, dan kombinasi keduanya ditentukan dengan pengecatan DNA menggunakan etidium bromida-akridin oranye. Fraksi Butanoid dan doxorubicin menunjukkan penekanan viabilitas sel MCF-7 dengan IC50 berturut-turut 48 μg/mL dan 148 nM. Keduanya mampu memacu apoptosis pada IC50. Sinergisme FB-doxorubicin terlihat dari nilai CI (<0,9) dan penguatan insidensi apoptosis pada sel MCF-7. 

Kata kunci: Brucea javanica, kapang endofit, sel MCF-7, sinergisme, doxorubicin.

Abstract
Makassar fruit, Brucea javanica (L.) Merr., showed chemopreventive activity. Secondary metabolites come from B. javanica fruit, brucatol and bruceantine, induced cell differentiation and apoptosis on Leukemia cell, while quassinoid and its derivates acted as antitumor promoter. Butanolic fraction of supernatan of endofitic fungi 1.2.11 isolate fermentation which isolated from B. javanica fruit showed cytotoxycity toward several cancer cells. This fraction has been predicted contain secondary metabolites from B. javanica and has been identified as Bruceosin and Canthin-6-one derivates. Butanolic fraction (FB) of supernatan from endofitic fungi 1.3.11 isolate fermentation is predicted for having similiar cytotoxycity as active as 1.2.11 isolate. This research is aimed to explore cytotoxycity potention dan apoptosis induction of BF from 1.3.11 isolate and combination effect of BFdoxorubicin on MCF-7 breast cancer cell.

Synergism of BF-doxorubicin combination detect from cell viability inhibition and apoptosis induction on MCF-7, a breast cancer cell lines which shows resistancy toward doxorubicin. Cell viability on single treatment of FB and doxorubicin and its combination were carried out by MTT assay to determine IC50 and combination index (CI). Apoptosis induction of FB, doxorubicin and its combination were carried out by ethidium bromideacridine orange DNA staining. n- Butanolic fraction and doxorubicin showed cell viability inhibition on MCF-7 cell with IC50 48 μg/mL dan 148 nM, respectively. Both of FB and doxorubicin showed apoptosis induction on IC50. Combination of FBdoxorubicin showed synergism and increased apoptosis induction on MCF-7 cell.

Key words: Brucea javanica, endofitic fungi, MCF-7 cell, synergism, doxorubicin.

Pendahuluan

Buah Makassar, Brucea javanica (L.) Merr., berpotensi sebagai agen kemopreventif karena mengandung senyawa-senyawa yang telah diteliti memiliki sifat sitotoksik. Rahman et al. (1999) melaporkan bahwa 3 turunan quassinoid dari B. javanica, yaitu desmetil-brusatol, desmetil-bruceantinoside A, dan butil ester dari bruceoside D memiliki efek penghambatan terhadap aktivasi Epstein-Barr virus (EBV). Turunan quassinoid tersebut bertindak sebagai antitumor promoter. Quassinoid dan alkaloid dari B. javanica juga dilaporkan memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker yang telah mengalami resistensi multiobat (multidrug resistance).

Cuendet et al. (2004) melaporkan bahwa bruceantin mampu menginduksi terjadinya diferensiasi sel dan apoptosis. Metabolit sekunder yang berbeda, Brusatol, juga dilaporkan dapat memacu diferensiasi sel Leukemia (Mata-Greenwood et al., 2002). Dari penelitian-penelitian tersebut dapat diketahui bahwa berbagai senyawa yang diisolasi dari B. javanica memiliki potensi sebagai kemopreventif dengan mekanisme pemacuan diferensiasi sel dan apoptosis. Dari kedua mekanisme yang telah diteliti tersebut, dimungkinkan bahwa senyawa-senyawa tersebut berpotensi untuk dikembangkan dalam terapi pendamping (kombinasi) obat antikanker konvensional seperti doxorubicin untuk meningkatkan sensitivitas sel kanker, menghindari resistensi obat serta menurunkan resiko toksisitas.

Kumala (2005) telah melakukan penelitian mengenai kapang endofit yang diisolasi dari buah B. javanica yang berasal dari Cianjur. Isolat 1.2.11 yang diidentifikasi sebagai Fusarium chlamydosporum tersebut dapat menghasilkan metabolit yang memiliki efek sitotoksik pada beberapa jenis sel kanker meski laporan mengenai kandungan metabolit tersebut masih terbatas. Ekstrak n-butanol (EB) dari supernatan hasil fermentasi memiliki IC50 berturut-turut sebesar 4 μg/mL pada sel Leukimia 1210, 58 μg/mL pada sel Raji, 162 μg/mL pada sel NS-1, 361 μg/mL pada sel HeLa dan 1075 μg/mL pada sel Vero. Ekstrak tersebut diprediksi mengandung metabolit sekunder yang dihasilkan oleh B.javanica dan telah diidentifikasi mengandung turunan Bruceosin dan Canthin-6-one. Fraksi n-butanolik (FB) dari supernatan hasil fermentasi isolat kapang endofit 1.3.11 diperkirakan memiliki aktivitas sitotoksik yang sebanding dengan EB yang didapat dari isolate 1.2.11. Diharapkan FB dapat meningkatkan sensitivitas sel MCF-7 terhadap doxorubicin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi sitotoksik dan pemacuan apoptosis FB yang didapat dari isolat 1.3.11 serta efek kombinasi perlakuan FB-doxorubicin pada sel kanker payudara MCF-7.

MAU DOWNLOAD FULL PAGE : KLIK HERE
BUY BOOKS ABOUT THAT : KLIK THE PICTURE

Post a Comment

Share This

PERLU ANDA TAHU

temukan semuanya di sini