Ekstrak Etanolik Biji Buah Pinang (Arecacatechu L.) mampu menghambat proliferasi dan memacu apoptosis sel MCF-7

Ekstrak Etanolik Biji Buah Pinang (Arecacatechu L.) mampu menghambat proliferasi
dan memacu apoptosis sel MCF-7

Ethanolic extract of Areca catechu seeds inhibit proliferation and induce apoptosis on MCF-7 cells
Edy Meiyanto 1*), Ratna Asmah Susidarti 1), Sri Handayani 1) dan Fitria Rahmi 2)
1) Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
2) Badan POM-Jakarta

Abstrak
Biji pinang dikenal mengandung senyawa antioksidan sehingga berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek penghambatan ekstrak etanolik biji pinang (EP) terhadap pertumbuhan sel kanker payudara, MCF-7. Standardisasi ekstrak etanolik biji buah Areca catechu (EP) dilakukan sesuai standar BPOM. Ekstraksi serbuk biji buah Areca catechu dilakukan dengan menggunakan etanol 96%. Pengamatan sitotoksik untuk mendapatkan nilai IC50 dan penghambatan proliferasi sel (menggunakan uji doubling time) dilakukan dengan menggunakan metode MTT. Pengamatan dan pemeriksaan apoptosis dilakukan dengan pengecatan akridin oranye-etidium bromida (double staining). Hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak etanolik biji buah Areca catechu (25-100 μg/mL) selama 48 jam menghambat pertumbuhan sel sebesar 13-84% (IC50 77 μg/mL), sedangkan perlakuan arekolin (10-500 μg/mL) menghasilkan penghambatan pertumbuhan sel sebesar 8-73% (IC50 180 μg/mL). Ekstrak tersebut juga mampu menurunkan proliferasi sel serta memacu apoptosis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik biji buah Areca catechu (EP) memiliki efek antiproliferatif dengan menghambat pertumbuhan dan memacu apoptosis.

Kata kunci: MCF-7, Areca catechu, antiproliferatif

Abstract
Areca catechu seed contains antioxydant substances, supposed to have anticancer property. This research therefore addressed to examine the inhibitory effect of Areca catechu seed ethanolic extract (EP) on proliferating breast cancer cells, MCF-7. Areca catechu seed ethanolic extract (EP) standardization was done according to the standard of BPOM. Areca catechu seed powder extraction was done using ethanol 96%. Cytotoxic assay – to get the value of IC50 and to prevent the cell proliferation (using doubling time assay) – was carried out by using MTT assay. Apoptosis observation was done by acrydine orange- etidium bromide staining method (double
staining). The result showed that treatment with Areca catechu seed ethanolic extract (25-100 μg/m) for 48 h caused 13-84% growth inhibition (IC50 77 μg/mL) of the cells, while arecoline (ARE) treatment (10-500 μg/mL) showed 8-73% inhibition (IC50 180 μg/mL). The extract also inhibited cell proliferation and induced apoptosis. These results conclude that Areca catechu seed ethanolic extract (EP) possesses antiproliferative effect through growth inhibition and apoptosis induction.

Key words: MCF-7, Areca catechu, antiproliferative
Pendahuluan
Penanganan kanker dengan agen kemoterapi masih menjadi pilihan dalam pengobatan kanker. Namun adanya mekanisme multidrug resistance (MDR) mengakibatkan berkurangnya efikasi obat kemoterapi (Conze et al., 2001). Beberapa penelitian mulai diarahkan pada pengujian potensi bahan alam sebagai agen kemoprevensi yang berpotensi sebagai agen pendamping kemoterapi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sensitifitas sel kanker serta mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh agen kemoterapi. Agen kemoprevensi yang dimaksud disini umumnya memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan tumor melalui mekanisme cell cycle arrest (Saphiro and Harper, 1999), pemacuan apoptosis (Fisher, 1994) ataupun menghambat ekspresi protein yang berperan dalam Multi Drug Resistance (Kitagawa, 2006).

Areca catechu merupakan tanaman family Arecaceae yang berpotensi sebagai antikanker. Areca catechu memiliki efek antioksidan dan antimutagenik, astringent, dan obat cacing. Biji buah pinang mengandung alkaloid, seperti Arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Ekstrak etanolik biji buah pinang mengandung tannin terkondensasi, tannin terhidrolisis, flavan, dan senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, minyak menguap dan tidak menguap, serta garam (Wang and Lee, 1996). Ekstrak etanolik buah pinang tersebut memperlihatkan aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 45,4 μg/ml (Lee and Choi, 1999). Aktivitas antioksidan berkorelasi positif dengan pencegahan kanker. Ekstrak etanolik tanaman ini tidak menginduksi perubahan kromosom (Wang and Lee, 1996). Berdasarkan data-data tersebut, ekstrak etanolik biji buah pinang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan kemoprevensi dengan menginduksi cell cycle arrest, pemacuan apoptosis ataupun menghambat ekspresi protein yang berperan dalam MDR.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas sitotoksik ekstrak etanolik biji buah Areca catechu (EP) terhadap sel kanker payudara MCF-7, penghambatan proliferasi sel serta pengamatan mekanisme apoptosis. Hal ini memberi makna penting mengenai potensi EP sebagai agen kemoprevensi secara in vitro pada sel kanker payudara resisten agen kemoterapi (MCF-7). Serangkaian pengujian yang akan dilakukan pada penelitian ini meliputi: standardisasi ekstrak (BPOM, 2000), uji sitotoksik (Mosmann, 1983), uji kinetika proliferasi sel, dan pengamatan apoptosis (Wickenden et al., 2003).

MAU DOWNLOAD FULL PAGE : KLIK HERE
BUY SOME BOOKS : KLIK THE PICTURE


Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment