ISOLASI DAN ANALISIS DAERAH CONTROL REGION DNA MITOKONDRIA ACANTASTHER PLANCI


I.      PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara Maritim dengan wilayah lautnya yang luas dan kaya akan berbagai macam sumber daya alam. Letak geografis Indonesia yang berbatasan dengan samudra Pasifik dan Samudra Hindia, serta diapit oleh benua Asia dan Australia yang menjadikan Indonesia memiliki flora dan Fauna yang sangat beragam. Dalam rangka menjaga kelestarian keanekaragaman hayati ini perlu adanya informasi dan pengetahuan tentang flora dan fauna itu sendiri.


Acanthaster planci atau yang biasa dikenal sebagai bintang laut berduri, merupakan salah satu spesies penghuni dan pemakan terumbu karang. Keberadaannya bisa menjadi pengendali pertumbuhan karang yang terlalu cepat, tetapi juga bisa menjadi hama pemusnah karang. Ledakan populasi dalam jumlah besar-besaran sangat berbahaya bagi keseimbangan ekosistem laut. Setiap populasi dalam ekosistem tentunya memiliki mangsa dan pemangsa (predator). Ikan tiger dan triton merupakan pemangsa bintang laut berduri ini, akan tetapi keseimbangan ekosistem terganggu dengan hadirnya manusia yang selalu memburu predator A. planci sehingga jumlahnya semakin menurun dan bahkan akhir-akhir ini sangat sulit ditemukan.
Penanganan ledakan populasi acanthaster planci selama ini dilakukan hanya secara manual, yaitu dengan mengambil dan memusnahkan sebagian populasinya agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Dengan melihat kerugian yang ditimbulkan oleh A.planci, akibatnya banyak masyarakat yang menilai negative terhadap spesies ini dan bernafsu untuk menghabisinya tanpa menyadari pentingnya kehadiran A.planci sebagai penyeimbang ekologi laut. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kepunahan salah satu spesies bintang laut berduri, perlu kiranya kita mempelajari keragaman dari bintang laut berduri itu sendiri, sehingga memudahkan kita dalam melakukan konservasi.
Gentika molekuler merupakan salah satu metode yang cukup akurat untuk mempelajri kekerabatan suatu organism, dengan melihat hubungan kekerabatannya secara genetic. Dalam hal ini tentunya kita memanfaatkan molekul DNA yang merupakan penyimpan informasi genetic dan sebagai cetak biru segala aktifitas sel.
Dalam jasad eukaryote, kita mengenal beberapa tipe DNA, yaitu DNA inti, DNA mitokondria, DNA kloroplas, bahkan ada beberapa eukaryote yang memiliki DNA plasmid. Untuk A. planci, kita bisa menemukan dua macam DNA yaitu DNA inti dan DNA mitokondria. DNA inti merupakan molekul double heliks non sirkuler yang berasal dari organel inti sel. Sedangkan DNA mitokindria merupakan molekul rantai ganda sirkuler yang terdapat dalam organel mitokondria. Biasanya dalam mempelajari kergaman genetic dan juga evolusi, lebih sering menggunakan DNA mitokondria. Karena laju subtitusi nukleotida pada mtDNA lebih cepat dari DNA inti, dan diturunkan secara maternal (menurut garis keturunan ibu) serta memiliki copynumber yang tinggi.
Daerah control region dari mtDNA merupakan daerah non coding yang memiliki laju mutasi atau polimorpism yang paling tinggi disbanding daerah pengkode pada mtDNA. Karena daerah ini bersifat polymorphism, maka daerah ini sangat beragam antar individu, tetapi sama untuk kerabat dekatnya yang masih satu garis keturunan ibu. Selain dari pada itu, pada daerah ini juga merupakan daerah yang terkonservasi. Oleh karena itu, daerah ini sangat penting dalam mempelajari hubungan kekerabatan suatu organisme.
  
1.2    Perumusan Masalah
A.planci merupakan salah satu predator terumbu karang yang dirasakan mengganggu ketika jumlahnya berlebihan. Duri yang dimiliki A.planci juga mengandung racun. A.planci tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan. Karena banyaknya nilai negative dari spesies ini, maka pandangan masyarakat terhadap makhluk ini juga buruk. Oleh karena itu, kebanyakan masyarakat yang menangani masalah ledakan populasi A.planci ini masyarakat ingin memusnahkannya.
Dalam melakukan konservasi laut, menjaga keseimbangan ekologi itu sangat penting. Dimana A. planci ini merupakan salah satu spesies yang berperan enting dalam menjaga keseimabangan ekosistem laut. Oleh karenanya mengetahui keragaman gentik dan hubungan kekerabatannya menjadi penting, agar bisa menjadi satu tolak ukur dalam melakukan konservasi laut. Untuk mempelajari keragaman genetic dan kekerabatannya itu bisa menggunakan pendekatan molekuler, yaitu dengan analisis DNA.  

1.3    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui urutan nukleotida fragmen gen mtDNA  dan menganalisisnya dengan melihat jumlah pasang basa,dan hubungan kekerabatan antar spesies.

1.4    Manfaat
            Manfaat dari penelitian ini kiranya dapat memberikan referensi untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan karakter DNA Acanthaster Planci, dan analisis hubungan kekerabatannya secara molekuler.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment