Sunday, July 18, 2010

POLYMERISASI REAKSI BERANTAI (PCR)

POLYMERIZATION CHAIN REACTION (PCR)

Good Morning Guys...
Pagi ini, di Laboratorium belum ada pekerjaan yang harus saya lakukan. Olehnya saya akan menguraikan sedikit tentang PCR. mungkin disini saya akan lebih banyak menjelaskan tentang tekniknya daripada teorinya.
Oke.. kita mulai sekarang.
PCR merupakan salah satu teknik amplifikasi (perbanyakan) molekul DNA secara in vitro (laboratorium). Jadi prosesnya tidak memanfaatkan Inang, hanya menggunakan bahan-bahan kimia yang ada dilaboratorium. pada dasarnya PCR ini menirukan proses amplifikasi yang dilakukan oleh makhluk hidup, yaitu dengan menggunakan tahap Denaturasi (helikase;invivo), Annealing (primase;invivo), dan Ekstension (polymerization;invivo).
Pada tahap awal yaitu denaturasi, DNA yang selama ini kita ketahui memiliki bentuk double helix ganda, akan terpisahkan menadi untai  tunggal jika terjadi perubahan sehu sekitar 94oC. selanjutnya primer akan menempel pada masing-masing untai (annealing pada suhu 48oC), dan dilanjutkan dengan pemanjangan untai (extension pada suhu 72oC).
Pusing ya... lok bicara teori, sekarang kita bicara tekniknya aj....
Pertama. kita harus siapkan mastermix dulu.Siapkan tabung PCR (yang ada 8 tabung bergandengan tangan itu lho..) jangan lupa tutupnya, kemudian beri label. pada tube pertama beri label inisial orang yang melakukan PCR, tube kedua dengan tanggal dan yang ketiga primer yang digunakan. selanjutnya beri nomor masing-masing tube. untuk tutupnya, cukup beri tanda 8 pada ujungnya yang tidak lubang. 
Oke, selanjutnya kita isi form PCR terlebih dahulu, hitung volume air, buffer PCR, dNTPs, MgCl2, Primer  1 & 2, dan juga PE amplitaqnya...


Post a Comment

Share This

PERLU ANDA TAHU

temukan semuanya di sini