Monday, January 31, 2011

GANYANG ISRAEL LAKNATULLOH

Pesan Israel: Jangan Ganggu Hosni Mubarak
Memerintah selama 30 tahun di Mesir, Hosni Mubarak dianggap sebagai sekutu penting Israel
Senin, 31 Januari 2011, 14:51 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu 
 
Seorang demonstran di Alexandria merusak poster Presiden Mesir, Hosni Mubarak (AP Photo)

VIVAnews - Israel menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) dan beberapa sekutu lainnya di Eropa untuk tidak mengkritik Presiden Mesir, Hosni Mubarak, yang kekuasaannya tengah digoyang massa. Israel mengatakan bahwa kritikan terhadap Mubarak di tengah gelombang demonstrasi atas pemimpin berusia 82 tahun itu hanya akan membuat situasi di Mesir semakin tidak stabil.

Menurut seorang pejabat tinggi Israel yang tidak disebutkan namanya, seperti dilansir harian Haaretz, Senin 31 Januari 2011, Kementerian Luar Negeri  mengeluarkan instruksi demikian kepada seluruh perwakilannya di Amerika Serikat, Kanada, China dan beberapa negara di Eropa untuk diteruskan ke pemerintah tuan rumah.

Pada surat tersebut, Duta Besar Israel di negara-negara sekutu Israel diperintahkan untuk menyampaikan pentingnya stabilitas di Mesir demi kepentingan mereka. Pada kawat yang dikirimkan setelahnya, para dubes diperintahkan untuk menyampaikan hal ini secepatnya.

Israel selama ini memang berusaha untuk tidak mengeluarkan komentar apa-apa mengenai gejolak di Mesir. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan memerintahkan anggota kabinetnya untuk menghindari komentar apapun mengenai permasalahan ini.

Seruan ini dikeluarkan oleh Israel terkait komentar yang dikeluarkan oleh beberapa negara menyusul semakin parahnya kerusuhan di Mesir. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyerukan Mubarak untuk mengambil langkah konkrit menuju reformasi demokratisasi dan meredam kerusuhan. Hal serupa juga disampaikan oleh pemimpin Inggris, Prancis dan Jerman.

“Amerika dan Eropa terpancing oleh opini publik dan tidak memikirkan mengenai kepentingan mereka di Mesir. Yordania dan Arab Saudi melihat reaksi dari dunia Barat, bagaimana mereka mengabaikan Mubarak dan hal ini memiliki implikasi yang serius,” ujar salah seorang pejabat senior Israel.

Menurut harian The Washington Post, Israel takut jika reformasi terjadi di Mesir dapat merubah semua struktur kerjasama kedua negara. Jika Ikhwanul Muslimin bangkit dan mengambil alih pemerintahan, hal ini akan memberikan semangat kepada Hamas di Jalur Gaza untuk mengambil alih daerah tersebut. Situasi di Timur Tengah akan berubah drastis, terutama ditakutkan, hal ini akan digunakan al-Qaida untuk menyebar teror dan menggalang kekuatan.

Ditambah lagi, hubungan Mesir dan Israel akan meregang. Israel akan terkucil di wilayah Timur Tengah, karena hubungan dengan Turki sudah lebih dulu panas akibat penyerangan Israel ke kapal pemberi bantuan yang menewaskan beberapa warga Turki tahun lalu.

“Jika Mesir bermusuhan dengan Israel malah akan semakin memburuk perselisihan dengan Turki. Hal ini akan membuat Israel merubah strategi mereka yang telah digunakan selama 30 tahun secara besar-besaran,” ujar peneliti di Studi Keamanan Nasional Institut Tel Aviv, Giora Eiland.
• VIVAnews
Post a Comment

Share This

PERLU ANDA TAHU

temukan semuanya di sini